ECOLOGICAL FOOTPRINT (JEJAK EKOLOGI)
OLEH : IRVAN INDRI ATMAKA
NPM : 10131010008
PEMBIMBING : Prof. SUPLI EFFENDI RAHIM
PROGRAM PASCA SARJANA KESEHATAN MASYARAKAT
PEMINATAN ADMINISTRASI DAN KEBIJAKAN KESEHATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BINA HUSADA
PALEMBANG
A.
PENGERTIAN
Sebuah pendekatan yang
baru-baru ini populer dengan Ecological Footprint menjadi alat ukur yang
mengkaji tingkat konsumsi manusia dan dampaknya terhadap lingkungan. Konsep
"jejak kaki ekologis" (Ecological Footprint) diperkenalkan
pada tahun 1990-an oleh William Rees dan Mathis Wackernagel (Wackernagel and
Rees, 1996).
Konsep ecological
footprint (EF), atau jejak kaki ekologis, pertama kali diperkenalkan oleh
William Rees dan Martin Wackernagel pada tahun 1990-an. Konsep ini pada
dasarnya dikembangkan sebagai usaha pencarian indikator untuk pembangunan
berkelanjutan dan khususnya diharapkan dapat menjadi metode untuk mengukur
secara kuantitatif mengenai hubungan perlakuan manusia terhadap bumi
dengan daya dukung yang dimiliki oleh bumi itu sendiri (Wackernagel and Rees,
1996). Konsep ini menegaskan bahwa hampir semua tindakan dan perilaku hidup
manusia, misalnya perilaku konsumsi dan transportasi, akan membawa dampak
ekologis atau dampak bagi lingkungan (Hoekstra, 2007). Pendekatan EF dapat
digunakan untuk mendidik masyarakat mengenai penggunaan sumber daya alam yang
berlebihan dan kemampuan daya dukung bumi untuk menyokong keberlanjutan hidup
mereka. Pendekatan ini dapat digunakan sebagai indikator keberlanjutan.
Pendekatan ini juga memberikan penjelasan mengenai dampak perilaku manusia
terhadap lingkungan dan dapat menghubungkannya dengan daya dukung bumi.
Ecological Footprint dapat digunakan sebagai ukuran prestasi kita dalam
mendukung keberlanjutan bumi ini, dan menjadi indikator terbaik dan efisien
dalam mendukung keberlanjutan kehidupan. Alat ukur ini menjadi penting dalam
konteks untuk mengetahui apakah kegiatan konsumsi yang kita lakukan masih dalam
batas daya dukung lingkungan ataukah sudah melewatinya, dengan kata lain masih
dalam surplus ataukah sudah dalam defisit (penurunan kualitas) ekologi.
Ecological Footprint secara sederhana dapat ditentukan dengan menelusuri
berapa besarnya konsumsi sumberdaya alam (baik berupa produk ataupun jasa),
serta sampah yang kita produksi dan disetarakan dengan area permukaan bumi yang
produktif secara biologis dalam satuan luasan hektar (ha). Istilah
jejak kaki atau footprint telah dikenal secara umum dalam pengelolaan
sumber daya alam di dunia internasional sebagai metode perhitungan kuantitatif
yang menunjukkan pemanfaatan sumber daya alam oleh manusia dalam kehidupannya
sehari-hari.
Saat ini telah dikenal
tiga jenis footprint dalam kehidupan sehari-hari, yaitu :
a) Ecological footprint. Difokuskan untuk menghitung
penggunaan lahan bioproduktif yang digunakan untuk menyokong populasi dunia dan
dinyatakan dalam satuan hektar.
b) Carbon footprint dan,
Dititikberatkan pada penghitungan
penggunaan energi yang dinyatakan dalam volume emisi karbondioksida (CO2)
menggunakan satuan ton.
c) Water footprint. Menghitung
penggunaan air untuk menyokong kehidupan manusia yang dinyatakan dalam satuan
volume air (M3).
Satuan dan sumber
daya yang dianalisis secara spesifik oleh masing-masing jenis footprint
tersebut berbeda-beda. Jenis analisis footprint yang kedua adalah
Analisis carbon footprint (CF). Carbon footprint adalah
indikator mengenai dampak aktivitas manusia terhadap iklim global yang
dinyatakan dalam jumlah gas rumah kaca (GRK) yang diproduksi. Carbon
footprint secara konseptual menggambarkan kontribusi individu atau negara
terhadap pemanasan global. Carbon footprint dapat menunjukkan total
emisi karbondioksida (CO2) dan gas rumah kaca lainnya yang
diemisikan pada seluruh proses untuk menghasilkan produk atau jasa (Hoekstra,
2008).
Jenis
analisis footprint yang terakhir adalah analisis water foootprint (WF). Water
footprint dikembangkan oleh Hoekstra pada tahun 2002. Water footprint dapat
merepresentasikan jumlah volume air tawar yang dibutuhkan untuk menjaga
keberlanjutan suatu populasi, seperti yang diungkapkan oleh Madrid et al
“The water footprint represents the freshwater volume required to sustain a
population” (Madrid et al., not dated). Hoekstra dan Chapagain (2004)
dalam laporan hasil penelitiannya mendefinisikan waterfootprint
individu, bisnis atau negara adalah total volume air tawar yang digunakan untuk
memproduksi makanan dan jasa yang dikonsumsi oleh individu, bisnis atau negara. Nilai water footprint umumnya dinyatakan
dalam satuan volume air yang digunakan setiap tahunnya. Saat ini, water
footprint telah berkembang menjadi alat analisis yang digunakan untuk
mengarahkan perumusan kebijakan kearah isu-isu mengenai keamanan air dan
penggunaan air yang berkelanjutan di negara maju (Hoekstra, 2008). Ecological Footprint dibutuhkan untuk menerjemahkan
semua efek ekologikal dari aktivitas
manusia pada lahan yang digunakan manusia untuk memproduksi barang
termasuk kandungan limbah yang dihasilkan.
B.
MENGHITUNG
JEJAK EKOLOGIS
Analisis ecological footprint sendiri tampaknya beranjak
dari pemikiran yang sederhana, yakni kapasitas daya dukung area (lahan)
produktif (biocapacity) untuk hidup manusia. Lahan produktif itu hanya berupa
daratan dan perairan, yang sebenarnya pun tak bias dimanfaatkan keseluruhannya.
Jadi berapa yang bias diambil dari alam oleh manusia untuk hidup dan berapa sampah
yang harus kembali dibuang kealam oleh manusia dalam cakupan wilayah tertentu. Eksploitasi
oleh manusia dari alam itu bias dalam bentuk dan berbagai macam kegiatan, missal
makan, transport, energi, dan sebagainya. Besaran area analisisnya adalah populasi
penduduk yang bias sangat bervariasi, mulai dari individu atau keluarga, atau melebar
mulai dari kota, wilayah, negara, atau bahkan seluruh bumi. Kondisi saat ini pun
diketahui bahwa kapasitas penggunaan alam untuk hidup manusia telah 23%
melampui kemampuan regenerasi bumi itu sendiri. Dalam istilah ecological
footprint, kelebihan dari kemampuan daya dukung alam ini disebut overshoot.
Dari laporan WWF yang
mengtengahkanjejakekologidenganjudul “Ecological Footprints: A guide for local
authorities”, terbaca bagaimana ecological footprint ini bias dimanfaatkan
untuk beberapa perhitungan dalam rangka kehati-hatian bertindak, saat ini dan waktu
akan datang. Laporan dari WWF ini menggunakan contoh Wales dan Liverpool
sebagai kasusnya. Mengutip temuan Mathis Wackernagel dkk.bahwa individu di bumi
ini saat ini mengambil jatah rata2 sekitar 2.2 ha, namun karena ada hak pula
dari makhluk lain yang dinamakan “earth share”, maka jatah manusia sebenarnya tinggal
1.87 ha.
Untuk kasus saat ini saja, penduduk bumi telah berhutang hampir
0.4 ha. Dari beberapa laporan studi ternyata juga terlihat bahwa makin majunya sebuah
Negara makin besar jejak ekologi yang harus dibayarnya. UAE 11.9, Amerika 9.5
ha, Inggris 5.45 ha, Wales 4.45 ha, Swiss 4 ha, Indonesia 1.1 ha, dan
Bangladesh rata2 0.5 ha. Membacanya, untuk menuruti gaya hidup orang Amerika,
maka area yang mereka bumi harus dijembarkan menjadi 9.5 kalinya sekarang.
Mereka juga telah mengalami apa yang dinamakan ecological deficit,
sedang orang Bangladesh bolehlah disebut memiliki ecological reserve. Istilah
ini digunakan untuk membandingkan jejak ekologi dan kapasitas biologinya.
Beberapa pertanyaan berikut ini bias Anda gunakan untuk berefleksi
sejenak tentang seberapa besar beban yang sudah Anda tanggungkan kepada
bumi:
v Seberapa
banyak Anda makan daging atau ikan, apakah lebih dari sekali sehari,
atau kurang dari sekali dalam seminggu?
v Seberapa
sering Anda membeli produk-produk organik, baik daging, sayur, dan jugaproduk susu?
v Seberapa
sering Anda membeli daging, sayur, dan produk susu yang diproduksi lokal?
v Kendaraan
apa yang Anda miliki, yang sering digunakan untuk bepergian, mobil atau
motor?
v Berapa
jam Anda menggunakan motor atau mobil sendiri?
v Seberapa
sering Anda menggunakan kereta, bis, dan alat transportasi umum lainnya?
v Berapa
jam yang Anda gunakan dalam setahun ini untuk perjalanan lewat udara?
v Berapa
banyak orang yang tinggal di rumahAnda?
v Bagaimana
cara Anda menyejukkan rumah?
v Apakah
Anda mematikan lampu dan alat-alat listrik lainnya saat tidak digunakan,
atau hanya mengubah dalam posisi standby?
v Apa perlengkapan
rumah yang membutuhkan tenaga listrik yang Anda beli dalam
12 bulan terakhir ini?
v Berapa
rupiah yang Anda bayar untuk air, baik untuk mandi, menyiram tanaman,
dan sebagainya?
v Sampah
macam apa yang Anda daur ulang?
C.
JEJAK
EKOLOGI KU
a) Transportasi
1. Dengan
apa anda bepergian hari ini?
1) Berjalan 0
2) Bersepeda 5
3) Dengan
Angkutan Umum 10
4) Menumpang 15
5) Kendaraan
Pribadi 3 x 30
(Kalikan
setiap skor dengan berapa sering metode tersebut dipakai dalam satu hari dan kemudian
di total).
Nilaiku90
Sub Total = 90
b) Penggunaan
Air
1. Seberapa
banyak air yang digunakan?
1) Tidak
mandi 0
2) Mandi,
1-2 menit 5
3) Mandi,
3-6 menit 10
4) Mandi,
10 menit 2 x 20
5) Mandi
dengan air satu bath tub penuh 20
6) Mandi
dengan air setengah bath tub 10
7) Mandi
dengan air bekas orang lain 10
8) Menggosok
gigi dg air kran tetap mengucur 5
9) Mencukur
kumis/jenggot dengan air kran tetap mengucur 5
Nilaiku 40
Sub
Total = 40
c) Berpakaian
1. Saya
menggunakan pakaian lebih dari sekali sebelum di cuci?
1) Sering 0
2) Kadang-kadang 5
3) Tidak
pernah 1 x 10
2. Saya
menggunakan pakaian bekas (yg diperbaiki)
1) Iya (-5)
2) Tidak 0
3. Saya
memperbaiki baju saya sendiri?
1) Ya (-5)
2) Tidak 0
4. 50%
dari baju saya adalah baju turunan?
1) Ya (-5)
2) Tidak 0
5. Saya
membersihkan dan mengeringkan baju?
1) None 0
2) 1-5
lembar 10
3) lebihdari
6 lembar 20
Nilaiku 30
Sub
Total = 30
d) Rekreasi
Mengenali permainan, olahraga, dan aktivitas dimana aku terlibat, pada hari biasa
di waktu senjang.
1. Seberapa
banyak peralatan yg diperlukan ?
1) Tidak
ada atau sedikit 0
2) beberapa 10
3) cukup
banyak 20
2. Seberapa
luas lahan yg dibutuhkan untuk bermain di lapangan, dataran es, kolam renang,
untuk memenuhi kebutuhan rekreasi anda?
1) Tidak ada atau sedikit 0
2) sedang
(<1 hektar) 10
3) cukup
besar (>hektar) 20
3. Saya
menghabiskan uang hari ini untuk belanja (pakaian, baju, peralatan olahraga)?
1) Tidak
ada 0
2) $5 5
3) $10 10
4) $10+ 1
pt. per dollar
Nilaiku 0
Sub
Total = 0
e) Makanan
1. Berapa
porsi daging yang dimakan sehari?
1) 0 0
2) 1
porsi 1 x 10
3) 2
porsi 20
4) 3
porsi 30
2. Seberapa
banyak makan bersisa di piring?
1) Tidak ada 1
x 0
2) Sedikit 5
3) Cukup
banyak 10
3. Saya
mengkonsumsi campuran sisa sayur dan buah?
1) Ya 0
2) Tidak 1 x 10
4. Makanan
yang saya makan adalah makanan lokal?
1) Semuanya 0
2) Beberapa 10
3) Tidak
ada 20
5. Makanan
yang saya makan adalah produk organik?
1) Semuanya
0
2) Beberapa 10
3) Tidak
ada 1 x 20
6. Makanan
yang dikonsumsi dibunku splastik/kertas?
1) Tidak 0
2) Beberapa 1 x 10
3) Semuanya 20
Nilaiku 50
Sub
Total = 50
f) Sampah
1. Jika
saya membuang seluruh sampah pada hari ini, seberapa besar penampungan sampahnya?
1) Peti
kayu 30
2) Kotak
sepatu 1 x 20
3) Secangkir 5
4) Tidak
ada sampah 0
Nilaiku 30
Sub
Total = 30
Add
SubTotal dari“A-F” = Total I = 240
g) Ruang
Tinggal
1. Hitung
dalam satuan meter persegi ruang indoor yang diperlukah dalam keseharian. Termasuk semua ruangan
di rumah (termasuk garasi), sekolah (kantin, kelas), kantor (ruang kantor pribadi,
area kerja, toilet). Bagi luas total ruangan dg jumlah orang di dalamnya.
Contoh :
Living Space Averages Educ.
Space/Per Student
Ave. Dorrm Space - 25 sq m Classroom & Lab - 30 sq m
Ave. Apt. space -
35 sq m Administration - 3
sq m
Other - 5 sq m
Add up “a-d” for “Total
Square Meters”.(1 sq. meter = 10 sq. feet)
1) “Home”
sq. meters = 240
divided by # of people = 40Sq meters
2) School
sq. meters =
divided by # of people = Sq
meters
3) Office
sq. meters = 100
divided by # of people
= 2Sq
meters
4) other
sq. meters =
divided by # of people = Sq
meters
Nilaiku 42
Sub
Total = 42
Add
Sub Total dari “G” = Total II = 42
Total
Keseluruhan = (Total I + Total II) X 3
Total
Keseluruhan = (240 + 42) X 3
Total
Keselurahan = 282 X 3
Total
Keseluruhan = 846
Total keseluruhan dibagi 100
= jejak ekologis dalam satuan hektar.
Jadi
"JEJAK EKOLOGIS" ku = 8,46 HEKTAR.
D.
DAFTRA
PUSTAKA
(On Line). (http://yundahamasah.blogspot.com/2013/03/jejak-ekologiku.html,
diakses tanggal 9 April 2014).
(On Line). (http://www.nirmala.co/feature/36-bagaimana-mengukur-jejak-ekologi,
diakses tanggal 9 April 2014).
(On Line ). (http://www.antaranews.com/berita/346797/jejak-ekologis-indonesia-defisit,
diakses tanggal 9 April 2014).
(On Line). (http://sangperempuan.blogspot.com/2008/07/perempuan-dan-jejak-ekologi-yang.html,
diakses tanggal 9 April 2014).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar